PosCyber (Jakarta) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) membentuk tim khusus ( timsus) untuk mengusut penyebab mahalnya harga beras premium di pasaran. Keputusan pembentukan tim ini diambil dalam rapat komisi sebagai respons terhadap kekhawatiran terkait harga beras.
“Kemarin di rapat komisi sudah diputuskan untuk bentuk tim khusus. Jadi memang kita concern untuk masalah beras ini dilakukan tim khusus antara tim kajian dengan tim penegak hukum,” kata Anggota Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Hilman Pujana di Jakarta, Rabu (28/02).
Hilman mengungkapkan bahwa keputusan pembentukan tim tersebut diambil dalam rapat komisi sebagai respons terhadap kekhawatiran terkait harga beras. Tim tersebut akan mengumpulkan segala informasi terkait penyebab mahalnya harga beras serta menganalisa seluruh aktivitas perberasan mulai dari hulu hingga hilir.
Dia menerangkan bahwa tim khusus tersebut terdiri dari Deputi Kajian Advokasi untuk Pencegahan hingga Komisioner Bidang Penegakan Hukum yang akan bertindak berdasarkan temuan dari analisis temuan nantinya.
Hilman menjelaskan bahwa tim tersebut akan bertindak sesuai dengan syarat-syarat penegakan hukum, di mana hanya bukti yang kuat yang dapat digunakan untuk memulai tindakan penegakan hukum.
“Kalau konteksnya sumbatan distribusi ini akan kita melihat apakah ini dilakukan sporadis masing masing atau memang ada komunikasi antara pelaku usaha di channel distribusi,” ujar Hilman.
Dia menekankan bahwa proses pengumpulan data dan informasi merupakan langkah awal dalam mengusut penyebab mahalnya harga beras saat ini. Pengumpulan informasi dilakukan dengan turun ke lapangan serta melalui Focus Group Discussion (FGD).
“Proses terus berjalan kita tidak bisa share di sini alat buktinya ada atau belum, tunggu saja updatenya,” ujar Hilman.
Hilman menegaskan bahwa keberadaan tim khusus tersebut menunjukkan kepedulian KPPU terhadap masalah tersebut dan komitmen untuk menyelesaikannya.
“Intinya kita membentuk tim khusus tentunya kita juga sudah melihat ada hal-hal yang, oh ini tim KPPU harus turun untuk melihat hal-hal atau sektor sektor tersebut,” tutur Hilman.
KPPU berharap bahwa hasil yang didapatkan dari tim khusus tersebut nantinya dapat memberikan saran dan rekomendasi kepada kementerian ataupun lembaga terkait di bidang pangan serta bahkan kepada Presiden.
“Jadi kami punya tim juga di kantor wilayah ada di Medan, Lampung, Bandung, Makassar, Balikpapan dan Surabaya. Ini terus melakukan pemantauan khususnya untuk komoditas komoditas yang mengalami pergerakan,” kata Hilman.
Harga Gabah Naik
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo mengatakan, naiknya harga beras saat ini dipengaruhi dari naiknya harga gabah yang naik. “Harga gabah Rp8.000/kg, maka jangan pangling, jangan heran kalau harga berasnya Rp16.000/kg. Kalau mau harga berasnya Rp14.000/kg, maka harga gabahnya itu kurang lebih Rp7.000/kg,” katanya.
Dia meyakini usai panen nanti harga gabah dan beras akan turun. “Harga gabah akan berangsur turun dari yang sebelumnya Rp8.600/kg-Rp8.700/kg akan menjadi Rp8.000/kg, akan turun lagi kemungkinan Rp6.500/kg,” harapnya.
Pemerintah pun memiliki tugas menjaga harga di hilir untuk masyarakat, namun juga harus menjaga harga di tingkat produsen. “Ini perlu saya jelaskan karena beberapa hari ini harga gabah itu pasti akan turun seiring berjalannya panen dan panen yang agak besar. Dan angkanya pemerintah melalui Bulog akan dijaga,” jelasnya. (dik)



















