PosCyber (Jakarta) – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) akan membangun lebih banyak lagi Base Transceiver Statation (BTS) untuk meningkatkan konektifitas Internet diwilayah perbatasan. Sampai tahun ini, pembangunan BTS diwilayah polosok perbatasan Indonesia telah mencapai 1.307 di 222 lokasi prioritas (Lokpri).
Hal itu disampaikan sekretaris BNPP, Zudan Arif Fakrulloh dalam siaran pers yang diterima PosCyber.com Kamis (21/3)
Sementara data yang disampaikan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi (BAKTI) Kominfo per 10 Desember 2023, jumlah BTS yang telah terbangun mencapi 6.025 lokasi dengan layanan 4G untuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
“Kita berharap nantinya projek pembangunan susulan BTS di kawasan perbatasan bisa selesai sesuai rencana dan pada akhirnya masyarakat akan terbantu dengan hadirnya jaringan telekomunikasi. Terlebih saat ini, Indonesia sedang menghadapi disrupsi digital,” ujar Zudan.
Selain memberikan akses internet yang lebih luas, kehadiran BTS 4G juga diharapkan dapat mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi tantangan disrupsi digital. “Ya generasi muda harus mempersiapkan diri dan mengisi perubahan serba digital,” tambahnya.
Menurut pria bergelar Profesor itu, keberadaan BTS 4G sangat penting untuk meningkatkan konektivitas internet terutama daerah atau kawasan Perbatasan.Sebab dengan konektivitas internet 4G tidak hanya berdampak pada aspek sosial ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung pertahanan negara.
Dalam konteks ini, kata Zudan. pembangunan tower BTS 4G oleh BAKTI Kominfo di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) diharapkan dapat memperkuat upaya TNI dalam menjaga keamanan nasional.
“Kominfo telah bekerja sama dan berupaya memberikan dukungan penuh kepada TNI yang menjalankan tugas pengamanan daerah perbatasan,” kata Zudan.
“Kita berharap nantinya projek pembangunan susulan BTS di kawasan perbatasan bisa selesai sesuai rencana dan pada akhirnya masyarakat akan terbantu dengan hadirnya jaringan telekomunikasi. Terlebih saat ini, Indonesia sedang menghadapi disrupsi digital,” ujar Zudan tanpa merinci berapa target pembangunan BTS yang akan datang.
Selain memberikan akses internet yang lebih luas, kehadiran BTS 4G juga diharapkan dapat mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi tantangan disrupsi digital. “Ya generasi muda harus mempersiapkan diri dan mengisi perubahan serba digital,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah melakukan konferensi video dengan Komandan Pleton PLBN Long Nawang di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Dalam kesempatan itu, Jokowi meresmikan pengoperasian BTS 4G BAKTI Kominfo dan Integrasi SATRIA-1 di Desa Bowombaru Utara, Kecamatan Melonguane Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Kamis (28/12).
Dalam konferensi video tersebut, Presiden Jokowi menekankan pentingnya perluasan cakupan layanan internet di daerah kawasan perbatasan untuk mendorong kemajuan desa-desa dan permukiman warga di sekitar perbatasan.
Salah satu contoh konkret dari kebutuhan akan BTS di perbatasan adalah PLBN Long Nawang yang terletak di pedalaman pegunungan dan berbatasan langsung dengan Long Busang di Sarawak, Malaysia. PLBN tersebut memiliki peran krusial dalam mencegah peredaran narkotika, menanggulangi perlintasan ilegal, serta mendukung perdagangan lintas batas yang menguntungkan masyarakat.
“Layanan internet dapat dimanfaatkan karena berguna dan dapat mempercepat penyampaian informasi sekaligus menunjang di bidang pendidikan,” ungkap Jokowi.
Hadirnya BTS 4G di kawasan perbatasan bukan hanya tentang penguatan konektivitas digital, tetapi juga tentang penguatan pertahanan negara dan kemajuan sosial ekonomi masyarakat setempat. Dengan langkah ini, diharapkan Indonesia dapat terus maju dalam era digital yang semakin kompleks.(MO)


















