Poscyber.com (Jakarta) – Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan Pemkab Bogor telah di PHP(Pemberi Harapan Palsu-red) Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana terkait rencana bantuan 20 bus dari untuk trayek Cibinong – Puncak. Rencananya bus angkutan massal itu menggunakan program buy the service (BTS).
“Anggaran tidak ada, sudah dikuras untuk MBG (makan bergizi gratis-red),”ujar Djoko melalui pesan singkat Selasa (21/1)
Menurutnya, pernyataan itu keluar dari Suntana namun sejatinya dia belum paham kondisi keuangan di internal. Hal itu, karena Wamenhub kurang koordinasi dengan bawahannya.
Djoko menyarankan sebaiknya Pemkab Bogor siap dan mandiri untuk membenahi transportasi umum. Apalagi menyangkut puncak yang selama ini pengunjungnya kerap terjebak kemacetan tanpa ada solusi.
“Masa kalah sama Palu yang APBD nya kurang Rp 2 triliun bisa bikin Trans Palu,” jelasnya
Terkait bantuan bus itu sebelumnya Sekda Pemkab Bogor, Rochmat Jatnika saat Dinas Perhubungan Pemkab membantu Kemenhub menentukan titik untuk lokasi pemberhentian bus.
“Info dari Kemenhub ada sekitar 20 unit bus yang akan melayani di rute Cibinong-Puncak. Kita sedang menentukan bus stop dulu,” kata Ajat dikutip antara
Rencana layanan BTS di Kabupaten Bogor ini bukan yang kali pertama digulirkan oleh Kemenhub. Tahun lalu Kemenhub melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mewacanakan membuka layanan BTS untuk rute Cibinong-Ciparigi, menjadi terintegrasi dengan pelayanan di Kota Bogor.
Namun, kata Ajat, kali ini Kemenhub menginginkan agar rute tersebut diperpanjang hingga dapat melayani masyarakat dan wisatawan hingga ke kawasan wisata Puncak.
Suntana menyebutkan angkutan umum massal berupa bus dengan rute Cibinong-Puncak Kabupaten Bogor Jawa Barat yang ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2025. (**/sk)



















