Uwais Pictures Siap Berlaga di Industri Film Tanah Air

Pos Nasional48 Dilihat

Poscyber.com (Jakarta) – Akhirnya aktor laga Iko Uwais bisa berdiri sendiri dengan membuat rumah produksi Uwais Pictures. Rumah produksi tersebut digadang-gadang akan menghasilkan sinema epik bagi film-film laga.

“Untuk terjun di dunia film kita diminta membuang ego kita. Karena dengan ego masing-masing bela diri maka hasilnya akan nol. Kita berkreasi menciptakan koreo-koreo berkualitas untuk di film-film laga Tanah Air,” kata Iko sebagai chairman Uwais Pictures di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (21/1).

Bintang film yang sudah memerani belasan film Hollywood itu mengutarakan pentingnya dalam mengembangan talenta seni peran yang dikombinasi dengan gerakan indah dari seni bela diri. Menurutnya, tidak semua film dalam menghasilkan karya berkelahi yang epik maupun menunjukkan keindahan koreo yang sempurna.

“Uwais Pictures ini terdiri oleh orang-orang yang punya pengalaman dan jam terbang tinggi dalam koreografi perfilman. Mereka ada yang ikut dari saya sejak di film Merantau, The Raid, sampai The Raid 2,” ujar suami dari penyanyi Audi Item itu.

Fakta terbarunya, Uwais Pictures akan memperkenalkan dua karya film epiknya pada tahun 2025. Kedua film itu adalah Ikatan Darah dan Timur. Ikatan Darah disutradarai Sidharta Tata dengan deretan pemainya yakni Livi Ciananta Item, Derby Romero, Ismi Melinda, Teuku Rifnu Wikana, Rama Ramadhan, Abdurrahman Arif, Agra Piliang, dan Lydia Kandou.

Begitu juga film Timur yang digarap langsung oleh Iko Uwais, namun untuk para pemainnya masih dirahasiakan. Sayangnya, Uwais Pictures belum bisa membeberkan bocoran kedua cerita tersebut karena masih tahap penyempurnaan.

Debut penyutradaraan Iko ini akan mengupas cerita tentang Operasi Mapenduma yakni operasi militer yang dilakukan tim Kopassus pimpinan Prabowo Subianto untuk membebaskan peneliti dari Ekspedisi Lorentz 95 yang disandera oleh Organisasi Papua Merdeka.

“Kalau dari segi cerita kami memang tidak true story, tapi inspired by true events, jadi model ceritanya sama, tapi balik lagi kami tidak mengangkat politiknya, kami di sini mau ambil sisi heroiknya, patriotismenya,” Iko menuturkan. (Imo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *